Label

Sabtu, 05 Maret 2016

Ustad Datang!

Gb. Ilustrasi Jamaah Sholat Asma


Malam itu, kegiatan halaqoh ba'da magrib molor, sehingga ketika adzan isya' berkumandang, halaqoh belum diakhiri. Kelompok-kelompok kecil yang tersebar di tempat masing-masing, masih asyik bercengkerema, bahkan ketika jarum telah menunjuk setengah delapan. Di jam itu pula, bel bertalu-talu memanggil para makmum sholat isya. Sang imam yang digilir setiap hari sudah siap berada di musola yang bisa disulap menjadi kelas kapan saja - hanya perlu tambahan karpet dan meja-meja.

Akhirnya pukul 19.45, baru dimulai takbir pertama sholat. Ibadah itu berlangsung dengan kadar kekhusyukan masing-masing. Sampai pada salam terakhir, beberapa santri berdiri melanjutkan rakaat yang tertinggal, dan yang lainnya bersiap berdoa maupun shola rawatib. Ketika tiba-tiba terdengar suara gerbang yang khas mencekik keika dibuka.

Aku berinisiatif berdiri untuk menengok, siapa tahu ustad sudah datang. Kepalaku melongok dari pintu musola - sekaligus kelas. Samar-samar bayangan itu muncul dari kegelapan palmerah parkir. Aku semakin memicingkan mata. Sosok laki-laki bertubuh padat mulai jelas terlihat. Mataku membulat.

" Ustad sudah datang!!" seruku, sambil menoleh.

Dalam sekejap aku menularkan ekspresi panik itu. Mereka yang duduk bersiap menengadahkan tangan berdoa, segera beranjak berdiri menyerobot sajadah di bawahnya. Pun yang bersiap berdiri rawatib, hampir takbir pula, segera berlari ke belakang.

" Piket kelas!" teriak pemandu, sambil membunyikan bel. " Ustad sudah datang!"

Aku cekikikan menahan tawa, sekaligus terheran. Bahkan mereka tidak jadi berdoa dan sholat rawatib, terburu-buru, berlari, terbirit-birit dengan bawahan mukena yang panjang.

" Heh, segera bersiap pakai jilbab cantik!" seru seseorang padaku. (AL)


*)Jilbab cantik: jilbab wajib ke kelas, yang penting harus segiempat dan syar'i, karena dianggap lebih sopan daripada jilbab bergo (langsungan).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar