Label

Selasa, 17 Juni 2014

ArtJog 2014

Seni itu bukan untuk dimengerti, dengan apa kamu mengerti? Tapi seni hanya untuk dirasakan...
Kira-kira itu yang aku dapatkan di acara ArtJog 2014. Sebuah seni, dengan keterangan yang bahkan gaya bahasanya tinggi Ide-ide itu kreatif banget, unik, keren.

Di halaman depan, akan langsung disambut undakan boneka-boneka berwarna cokelat.
Kemudian menelusuri berbagai hasil seni, yag masing-masing memiliki makna sendiri oleh sang pencipta karya.
Ada sebuah seni yang memiliki makna paling bagus menurutku, kurang lebih berisi sindiran. Karena bertema tentang Pemilu, sindiran-sindiran itu umumnya juga tentang pemimpin dan segala kondisi poliik di Indonesia.

Itu dia, karya seni beserta keterangannya. Kurang menyindir apa coba buat pejabat...?

Ada juga yang seninya sederhana, bahasa keterangan sederhana, tapi memiliki pesan yang cukup tinggi.
Betapa itu sering terjadi kan sama kita, yang menganggap sesuatu yang kecil itu remeh. Seseorang nggak akan terpeleset oleh batu besar lho, tapi justru oleh kerikil yang kecil. Hargai, dan hati-hati.

Ada juga kisah tentang kehidupan rakyat kita.

Sayangnya aku lupa foto keterangannya. Kurang lebih seingatku, karya itu menggambarkan tentang kondisi orang-orang kecil di negara kita. Mereka orang-orang kecil yang memiliki kemampuan tinggi dan mimpi tinggi, pada kenyatannya semua itu hanya mimpi. Tidak akan ada yang menganggap atau membantu mereka meneruskan pendidikan. Mereka hanya tetap pada kondisi kecil mereka, wajah-wajah kosong itulah wajah di boneka-boneka itu.

Sama halnya dengan gambar di atas. Menggambarkan tentang adat budaya orang desa, dikenal istilah karapan sapi. Lomba itu jika sapi bisa menang maka akan dijadikan pahlawan, tapi jika kalah, maka hidupnya akan berakhir di rumah jagal. Itulah kenapa di lukisan itu, menggambarkan sapi itu sedang menangis. Keterangan selanjutnya menjelaskan, itu bukan hanya terjadi di kehidupan hewan. Tapi mulai berlaku bagi manusia.

Aku juga suka seni di atas. Lonceng-lonceng yang tergantung dengan bulat kata yang kosong, alias tidak berisi tulisan. Apa maksudnya? Itu menggambarkan kondisi menjelang Pemilu saat ini. kira-kira ada 250 lonceng. Di atas panggung, para kandidat dengan mudahnya bersuara, berkata tentang jutaan janji mereka kepada rakyat, namun kenyataannya semua itu kosong. Semua kalimat yang mereka ucapkan seakan hanya tergantung dan tidak pernah sampai pada rakyat. Itulah kenapa lonceng itu bergambarkan bulatan kata yang kosong tanpa kalimat, karena itu ibarat janji-janji mereka

Ada banyak lagi sesuatu yang unik.

Dan selanjutnya, aku tidak membaca keterangannya. Hehehehe...
Kamu tidak akan bisa melihat itu jika tidak mengintip dari sebuah lubang di balok kayu.



Maafkan ya, tidak bisa menyampaikan banyak. Mungkin lupa dan sudah lelah. Jadi....



Tidak ada komentar:

Posting Komentar