Label

Senin, 20 Januari 2014

Semua Itu Ada Waktunya




Lihatlah ke langit itu. Bulan yang menurut kita indah diapit oleh dua bintang di sisi kanan-kiri. Tak peduli bahwa sesungguhnya keindahan itu bukanlah cahaya milik bulan. Tak peduli bagaimana wujud bulan yang sesungguhnya. Tak peduli di sana bulan hanya diam, dan mereka tak pernah lelah menarik perhatiannya dengan mengedipkan cahayanya.

Namun lihatlah beberapa jam lagi. Seiring dengan perputaran bumi, akankah semuanya sama? Akankah kedua bintang itu masih di sana? Masihkah ada teman bagi bulan itu? Pasti tidak. Mereka bergerak dengan kecepatan berbeda sesuai perputaran bumi. Bahkan mungkin bintang itu ditelan awan mendung. Siapa yang tahu? Yang pasti semua tak lagi sama.

Begitu halnya. Kesetiaan itu ada waktunya. Perasaan itu ada waktunya. Rasa menerima apa adanya itu ada waktunya. Manusia itu tidak sempurna,bahkan kebaikan pun ada waktunya? Jadi, pikirkan lagi jika kau hendak berjanji. Pikirkan lagi jika kau menerima janji, jika kau menerima harapan seseorang

Lalu, bagaimana pasangan yang bertahan bertahun-tahun? Bagaimana seseorang yang mampu menunggu bertahun-tahun. Tanyakan pada mereka. Pasti mereka pernah merasakan di ambang antara setia dan tidak, seiring berjalannya waktu. Hanya sebatas di ambang. Hingga akhirnya komitmen mereka mengembalikan ambang itu ke bagian yang setia.

Tanyakan pada pasangan yang tetap harmonis menikah bertahun-tahun. Adakalanya mereka jenuh dan perasaan itu seakan tiada. Okelah, aku memang belum pernah merasakan, tapi bisa dilogika. Tapi mereka memiliki komitmen. Bagaimana perasaan itu muncul lagi dengan cara yang mereka buat sendiri. Bukan sekedar perasaan yang irrasional, bukan sekedar perasaan tanpa alasan.

Tanyakan pada mereka yang setia menunggu bertahun-tahun. Ah itu pasti mejenuhkan dan sangat membosankan. Pasti adakalanya mereka jenuh dan bosan, merasa menyesal kenapa harus berjanji untuk menunggu. Pasti ada rasa kecewa harus menunggu terlalu lama. Pasti ada rasa putus asa. Tapi mereka bisa mempertahankan posisi mereka di ambang, untuk kembali pada kesetiaan menanti. Itulah komitmen. Bahwa mereka punya alasan kenapa harus menunggu. Bahwa mereka punya alasan kenapa saat itu ia berjanji.

Tapi, semua itu tergantung pribadi orang masing-masing. Dan jangan dikira bintang yang hilang beberapa jam lagi, mungkin ia akan kembali beberapa jam lagi tanpa kita sadari. Atau bahkan formasi itu akan lagi ada satu bulan kemudian, atau 1 tahun kemudian.

Semua itu ada waktunya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar