Label

Sabtu, 25 Januari 2014

Menutup Hati Rapat

Aku hanya ingin menutup rapat hati ini, dari siapa saja yang hendak mengusik ketenangannya.

Hanya satu kunci yang bisa membukanya. Setelah aku berhasil mencintai Allah, Dia akan memberikan kunci itu pada seorang laki-laki.

Seorang laki-laki yang entah dimana dia, bagaimana rupanya, dialah orang terbaik pilihan Allah yang akan bersamaku.

Seorang laki-laki yang bahkan sebelum tidur aku selalu berdoa untuknya, meski aku sama sekali tidak mengenalnya, atau bahkan tidak menyadari sudah/pernah mengenalnya. Berdoa apa? Hanya aku dan Allah yang tahu. Yang sejati, setiap malam aku selalu berkirim salam dengannya - melalui Allah.

Aku tidak akan mencari, sebab ia akan datang sendiri - aku yakin itu. Aku tidak perlu melihat dan memandangi satu per satu laki-laki yang lewat, mana kiranya yang membuat hatiku yakin. Tanpa perlu melakukan itu, aku yakin Dia akan mengarahkan kepada siapa mata ini akan tertuju..

Aku tidak perlu berkelana jauh. Jika memang takdirku mendapatkan dirinya dari kutub, Allah punya tempat indah untuk mempertemukan. Tidak ada kebetulan. Semua sudah diatur.

Dan aku pun tidak perlu menulis semua kriteria laki-laki idaman. Sunggun tidak perlu sama sekali. Hanya mencoba memperbaiki diri dan iman, laki-laki itu mungkin tak jauh beda denganku.

Apalagi membanding-bandingkan, mana yang sekiranya lebih baik untukku. Serahkan semua pada Allah, Dia selalu memberi yang terbaik.

Dan kini, aku hanya perlu menunggu. Menunggu sesuatu yang pasti datang, hanya soal waktu. Akan tetap menunggu meskipun ketika dia berbalik sementara. Tak akan jenuh. Tidak akan pernah.

Sebab dia akan jadi laki-laki pertama dan terakhir yang pernah kumiliki, dan aku juga berharap begitu darinya.

Aamiin Ya Rabb

Tidak ada komentar:

Posting Komentar