Label

Jumat, 03 Januari 2014

Apakah Allah Menerima Alasan?

A:
" Ya Allah, jika hambaMu melakukan kesalahan yang membuatMu murka, apakah Engkau masih mepertimbangkan alasan dia melakukannya?"

B: " Hahaha. Apakah hakim tidak menjatuhkan hukum penjara kepada perampok, jika perampok itu mempunyai alasan bahwa ia harus membayar pengobatan anaknya yang sakit? Apakah dosenmu akan mengganti nilai C menjadi A jika kamu tidak sempat belajar karena membantu ayah bekerja? Apakah polisi membiarkanmu pergi jika kau beralasan STNK dan SIMmu ketinggalan? Apakah jika semua alasan itu benar dan mereka semua tahu itu benar, apakah mereka masih mempertimbangkan?"

A: Iya sih. Tapi, apakah Allah bisa disamakan dengan hakim dan dosen? Apakah Allah bsa disamakan dengan manusia?"

B: Pertanyaan konyol. Tentu saja tidak bisa! Tapi ini hanya contoh sederhana saja. Begini, pada dasarnya semua perbuatan yang kau lakukan itu, pasti atas pilihanmu sendiri, kau bertekad melakukan itu. Setiap perbuatan, setiap pilihan, pasti ada konsekuensinya. Jika kau memutuskan melakukan kesalahan dan dosa itu, maka kau harus siap dengan konsekuensinya. Tak peduli apapun alasanmu.

A: Jadi maksudmu, Allah tidak menerima alasan kita? Bukankah Allah itu Maha Pengampun?

B: Tentu saja Dia Maha Pengampun! Apa yang kau ragukan? Hey, jangan dikira ketika kau melakukan dosa dan kesalahan lalu memohon ampun, istighfar, lantas semua selesai? Oh, nggak semudah itu. Allah memang mengampunimu jika kau mohon ampun, tapi hukuman tetap berlaku. Seorang hamba tdak akan masuk surga sebelum dia menyelesaikan semua hukuman atas perbuatannya di neraka. Tidak bisa langsung masuk surga, harus mendpat balasannya dulu. Seperti hakim, dosen, polisi itu, kau tetap harus menerima konsekuensinya. Nah, hukumanmu itu bisa aja di dunia atau di akerat nanti, tergantung kau mau pilih yang mana. Eh, tapi aku tidak menjamin kau bisa memilih. Yaah, berdoa sajalah.

A: Hah, sama aja.

B: Lalu kau mau apa? Mau marah, mau mengeluh, nggak terima dengan ketetapan Allah? Ketika kau sadar melakukan salah, segera mohon ampun dan memperbaiki diri. Apa susahnya? Semua amal bakal dipertanggungjawabkan. Ketika kau ditanya, kenapa waktu itu kau terlambat sholat shubuh dan jawabmu bangun kesiangan, itu konyol. Ketika kau ditanya, kenapa kau tak puasa dan kau jawab tidak kuat karna badanmu terlalu kurus, so what?

A: Kau pikir alasannya sekonyol itu??

B: Apa bedanya? Entah alasan konyol atau tidak, itu tetap alasan. Kalau memang begitu adanya, semua manusia di bumi ini akan punya banyak alasan kenapa mereka tidak sholat, kenapa mereka berzina, kenapa mereka membunuh. Dan pernah nggak mikir, satu orang beralasan dengan cara menyalahkan orang lain. Oraang lain yang disalahkan tidak terima. Lalu apa? Kau pikir kita punya waktu berdebat di akherat?



#Hah, rumit banget sih. Tau deh, si A dan si B itu saling berdebat di pikiranku. Salah satu pikiranku biiang A, tiba-tiba ada sisi lain yang menyanggah. Entah, itu suara-suara siapa aja.
Yang jelas, mana yang benar, wallahu a'lam... Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu (Q.S. Al-Kahfi:29)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar